Jumat, 27 Desember 2013

TEORI MOTIVASI

Motivasi merupakan kata "ajaib". Sebab kata "motivasi" mengandung makna"tiada tapi ada". Motivasi sulit dibuktikan secara kasat mata keberadaannya dalam diri kita Tidak pernah terlihat dalam penampilan kita (karena yang Anda lihat dalam penampilan seseorang sebetulnya bukan motivasi, tapi gejala motivasi). Tersimpan rapi dalam lubuk "misteri" kemanusiaan. Namun walau motivasi tak kasat mata, tapi keberadaannya diakui, baik secara ilmiah maupun awam. Bukan hanya diakui, tapi juga dianggap sebagai salah satu faktor yang paling bertanggung jawab terhadap keberadaan manusia itu sendiri.
Manusia bisa dikatakan manusia karena ia (salah satunya) memiliki motivasi. Makhluk hidup lainnya tak memiliki motivasi. Jikapun makhluk hidup lainnya, seperti binatang misalnya, dianggap memiliki motivasi, maka itu hanyalah "motivasi pada tingkat yang amat rendah". Istilah yang lebih tepatnya mungkin adalah insting (naluri). Namun motivasi pada manusia berbeda dengan "motivasi" pada makhluk hidup lainnya. Motivasi pada manusia sangat luar biasa, la tak memiliki batas, la tak terhingga. Sampai saat ini belum ada orang yang mampu mengukur sampai sejauh mana batas motivasi manusia. Bahkan motivasi mampu menembus berbagai "batas" yang dibuat alam dan manusia itu sendiri. Inilah "ajaibnya" motivasi pada diri manusia.

"Keajaiban" motivasi membuat peradaban ma¬nusia selalu berubah setiap saat Motivasi dituding sebagai pihak yang paling bertanggung jawab terhadap perubahan peradaban manusia. Setiap perubahan, baik dalam lingkup pribadi, organisasi, masyarakat, negara, dan dunia membutuhkan motivasi sebagai pemicu awalnya. Tanpa motivasi perubahan tak akan terjadi. Dan tanpa perubahan tak mungkin manusia bisa memiliki peradaban. Tanpa peradaban manusia tak ubahnya bagai binatang. Manusia dapat bergerak menuju peradaban yang semakin maju karena motivasi. Karena itu, motivasi merupakan faktor terpenting yang membuat manusia (dalam pengertian wujud) berubah menjadi manusia yang sesungguhnya (dalam pengertian kualitas). Tanpa motivasi, manusia tak ubahnya bagai binatang berkaki dua.
Apakah Motivasi Itu?
Bayangkanlah sebuah komputer yang diciptakan dan dibangun oleh otak paling jenius yang dimiliki sejumlah orang. Komputer yang diciptakan sebesar lapangan sepak bola. Harganya sangat mahal. Teknologinya sangat canggih. Semua orang akan terkagum-kagum dibuatnya. Tapi tahukah Anda bahwa setiap orang memiliki "komputer" semacam itu dalam dirinya? Itulah otak manusia.
Namun sayangnya, otak manusia belum seluruhnya termanfaatkan. Otak manusia yang demikian dashyat tersebut masih "tidur". Kalangan peneliti terus menerus mengeluarkan pernyataan bahwa sampai saat ini baru bagian amat kecil dari otak manusia yang dipahami dan dimanfaatkan. Mungkin, pada dasawarsa ini pengetahuan dan pemanfaatan otak manusia akan lebih optimal.
Lalu apa hubungannya antara otak manusia dengan motivasi? Karena motivasi muncul dari otak manusia. Motivasi merupakan salah satu kerja otak. jika otak manusia itu ibarat komputer canggih, maka motivasi yang muncul dari otak juga "canggih". Motivasi merupakan gabungan dari berbagai faktor yang menyebabkan, menyalurkan, dan mempertahankan tingkah laku. Motivasi merupakan dorongan untuk melakukan sesuatu. la mampu mendorong seseorang untuk berbuat atau tidak berbuat. Mampu membuat manusia semangat atau tidak semangat melakukan sesuatu. Motivasi dapat naik dan turun sesuai "perintah" otak. Ketika motivasi meningkat, maka dorongan untuk bertingkah laku tertentu juga meningkat Sebaliknya, ketika motivasi menurun (lemah), maka dorongan untuk melakukan tingkah laku tertentu juga menurun.
Setiap orang pasti memiliki motivasi. Motivasi setiap orang berbeda tingkatannya tergantung dari stimulus (rangsangan) yang diberikan otak kepadanya. Selain berbeda tingkatannya, motivasi juga memiliki objek (sasaran) yang berbeda bagi setiap orang. Belum tentu setiap orang memiliki sasaran motivasi yang sama dengan tingkatan yang sama pula. Sebagai contoh, ada orang yang termotivasi dengan uang (terdorong melakukan sesuatu karena diberikan uang), tapi ada juga yang tidak. Yang termotivasi dengan uangpun berbeda-beda tingkatannya,ada yang tinggi tingkatan motivasinya, tapi ada juga yang biasa-biasa saja tingkatan motivasinya terhadap uang.
Motivasi juga sangat berkaitan dengan kemampuan. Hal itu karena ada kemampuan yang terdapat pada orang yang memiliki motivasi tinggi. Sebagai misal, pernahterjadi kecelakaan mobil yang menimpa seorang i dan bayinya. Mobil yang dikemudikan sang ibu terbalik dan berhenti dalam posisi miring. Sang ibu sendiri terlempar ke luar tanpa cidera berarti, sementara bayinya berada di dalam mobil persis di bagian sisi mobil yang miring. Ketika regu penolong sampai di tempat kejadian, sang ibu terlihat bersimpuh sambil mendekap dan menimang bayinya, yang juga tidak cidera. Mereka langsung dilarikan ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan rumah sakit menunjukkan bahwa tulang belakang si ibu retak. Kemudian kejadiannya menjadi jelas. Sang ibu yang berperawakan kecil itu membalikkan mobilnya ke posisi dengan empat rodanya di bawah, lalu dengan susah payah mengeluarkan bayinya dari dalam mobil dengan menggunakan kedua kakinya. Dalam upaya mengeluarkan bayinya itulah tulang belakang sang ibu retak. Dalam keadaan normal, tidaklah masuk akal bahwa seorang wanita berperawakan kecil mampu melakukan itu. Sang ibu tidak mempunyai kekuatan fisik atau otot. Tetapi ia sesungguhnya memiliki kekuatan motivasi.
Dari cerita tersebut terlihat bahwa motivasi dapat menjadi kemampuan atau kekuatan yang dapat membuat seseorang melakukan apa yang pada awalnya tidak masuk akal atau tidak mampu dikerjakan. Dengan kekuatan motivasi, seseorang dapat mencapai apa yang diinginkannya, sebesar apapun keinginannya tersebut. Inilah "keajaiban" motivasi.
Apakah Motivasi Itu?
Bayangkanlah sebuah komputer yang diciptakan dan dibangun oleh otak paling jenius yang dimiliki sejumlah orang. Komputer yang diciptakan sebesar lapangan sepak bola. Harganya sangat mahal. Teknologinya sangat canggih. Semua orang akan terkagum-kagum dibuatnya. Tapi tahukah Anda bahwa setiap orang memiliki "komputer" semacam itu dalam dirinya? Itulah otak manusia.
Namun sayangnya, otak manusia belum seluruhnya termanfaatkan. Otak manusia yang demikian dashyat tersebut masih "tidur". Kalangan peneliti terus menerus mengeluarkan pernyataan bahwa sampai saat ini baru bagian amat kecil dari otak manusia yang dipahami dan dimanfaatkan. Mungkin, pada dasawarsa ini pengetahuan dan pemanfaatan otak manusia akan lebih optimal.
Lalu apa hubungannya antara otak manusia dengan motivasi? Karena motivasi muncul dari otak manusia. Motivasi merupakan salah satu kerja otak. jika otak manusia itu ibarat komputer canggih, maka motivasi yang muncul dari otak juga "canggih". Motivasi merupakan gabungan dari berbagai faktor yang menyebabkan, menyalurkan, dan mempertahankan tingkah laku. Motivasi merupakan dorongan untuk melakukan sesuatu. la mampu mendorong seseorang untuk berbuat atau tidak berbuat. Mampu membuat manusia semangat atau tidak semangat melakukan sesuatu. Motivasi dapat naik dan turun sesuai "perintah" otak. Ketika motivasi meningkat, maka dorongan untuk bertingkah laku tertentu juga meningkat Sebaliknya, ketika motivasi menurun (lemah), maka dorongan untuk melakukan tingkah laku tertentu juga menurun.
Setiap orang pasti memiliki motivasi. Motivasi setiap orang berbeda tingkatannya tergantung dari stimulus (rangsangan) yang diberikan otak kepadanya. Selain berbeda tingkatannya, motivasi juga memiliki objek (sasaran) yang berbeda bagi setiap orang. Belum tentu setiap orang memiliki sasaran motivasi yang sama dengan tingkatan yang sama pula. Sebagai contoh, ada orang yang termotivasi dengan uang (terdorong melakukan sesuatu karena diberikan uang), tapi ada juga yang tidak. Yang termotivasi dengan uangpun berbeda-beda tingkatannya,ada yang tinggi tingkatan motivasinya, tapi ada juga yang biasa-biasa saja tingkatan motivasinya terhadap uang.
Motivasi juga sangat berkaitan dengan kemampuan. Hal itu karena ada kemampuan yang terdapat pada orang yang memiliki motivasi tinggi. Sebagai misal, pernahterjadi kecelakaan mobil yang menimpa seorang i dan bayinya. Mobil yang dikemudikan sang ibu terbalik dan berhenti dalam posisi miring. Sang ibu sendiri terlempar ke luar tanpa cidera berarti, sementara bayinya berada di dalam mobil persis di bagian sisi mobil yang miring. Ketika regu penolong sampai di tempat kejadian, sang ibu terlihat bersimpuh sambil mendekap dan menimang bayinya, yang juga tidak cidera. Mereka langsung dilarikan ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan rumah sakit menunjukkan bahwa tulang belakang si ibu retak. Kemudian kejadiannya menjadi jelas. Sang ibu yang berperawakan kecil itu membalikkan mobilnya ke posisi dengan empat rodanya di bawah, lalu dengan susah payah mengeluarkan bayinya dari dalam mobil dengan menggunakan kedua kakinya. Dalam upaya mengeluarkan bayinya itulah tulang belakang sang ibu retak. Dalam keadaan normal, tidaklah masuk akal bahwa seorang wanita berperawakan kecil mampu melakukan itu. Sang ibu tidak mempunyai kekuatan fisik atau otot. Tetapi ia sesungguhnya memiliki kekuatan motivasi.
Dari cerita tersebut terlihat bahwa motivasi dapat menjadi kemampuan atau kekuatan yang dapat membuat seseorang melakukan apa yang pada awalnya tidak masuk akal atau tidak mampu dikerjakan. Dengan kekuatan motivasi, seseorang dapat mencapai apa yang diinginkannya, sebesar apapun keinginannya tersebut. Inilah "keajaiban" motivasi.
Berbagai Teori tentang Motivasi
Sejak dahulu manusia sebenarnya telah bergelut dengan motivasi. Namun baru pada dasawarsa 1950-an, konsep-konsep motivasi secara ilmiah mulai berkembang. Secara garis besar teori motivasi terbagi menjadi dua, Teori Kepuasan/Isi (Content Theory) dan Teori Proses (Process Theory).
1. Teori Kepuasan (Content Theory)
Yang termasuk teori ini adalah teori-teori yang meneliti faktor-faktor apa saja dalam diri induvidu yang menggerakkan, mengarahkan, mendukung, danmenghentikan perilaku induvidu. Diantara teori kepuasan adalah:
a. Teori Hirarki Kebutuhan Maslow (Maslov's Hkrordhy of Needs).
Teori ini dikembangkan oleh Abraham Maslow. Maslow berpendapat ada lima tingkat kebutuhan manusia, mulai dari kebutuhan fisiologis yang paling mendasar sampai kebutuhan tertinggi yaitu aktualisasi diri. Menurut Maslow, induvidu akan termotivasi untuk memenuhi kebutuhan yang paling menonjol, atau paling kuat, bagi mereka pada waktu tertentu. Kemenonjolan dari kebutuhan ini tergantung pada situasi saat itu dan pengalaman mutakhir induvidu tersebut Dimulai dengan kebutuhan fisik (sandang dan pangan) yang paling mendasar, maka setiap induvidu berusaha untuk memuaskan kebutuhannya. Setelah puas, baru induvidu tersebut mempunyai keinginan untu memuaskan kebutuhan yang lebih tinggi lagi.
Yang menarik, diakhir hidupnya Maslow mena bahkan teorinya dengan satu kebutuhan ya berdimensi spritual. Maslow akhirnya mengak bahwa manusia tak akan puas hanya dengan memenu kebutuhan yang berdimensi material dan duniawi. Manusia akhirnya akan membutuhkan sesuatu yang bernilai spritual dan religius (ketuhanan).
b. Teori X dan Y (XY Theory)
Teori ini dikemukakan oleh Douglas Mc Gregor. la mengatakan ada dua tipe manusia, yaitu tipe X dan tipe Y. Tipe X adalah manusia yang tidak menyukai kerja, malas, tidak menyukai tanggung jawab dan harus dipaksa agar berprestasi. Sebaliknya, manusia tipe Y adalah manusia yang menyukai kerja, kreatif, berusaha bertanggung jawab dan dapat bekerja tanpa perlu dipaksa. Mc Gregor sendiri meyakini bahwa pengandaian manusia tipe Y lebih valid daripada tipe X. Karena itu, ia mengusulkan ide-ide seperti pengambilan keputusan partisipatif, pekerjaan yang bertanggung jawab dan menantang, serta hubungan kelompok yang baik, sebagai pendekatan yang akan memaksimalkan motivasi seseorang.
c. Teori ERG (ERG Theory)
Teori yang disampaikan oleh Clayton Alderfer ini berpendapat bahwa setiap orang mempunyai kebutuhan yang tersusun dalam suatu hirarki. Pertama, yang paling dasar adalah kebutuhan eksistensi (Existence), yakni kebutuhan yang dipuas¬kan oleh faktor-faktor seperti makanan, minuman, udara, upah dan kondisi kerja. Kedua, kebutuhan relasi (Relatedness), yakni kebutuhan yang dipuaskan oleh hubungan sosial yang bermanfaat. Ketiga, kebutuhan pertumbuhan (Growth), yaitu kebutuhan dimana induvidu merasa puas jika dapat memberikan kontribusi yang kreatif dan produktif. Teori ERG berpendapat seperti Maslow bahwa kebutuhan tingkat lebih rendah yang terpuaskan menghantar ke hasrat kebutuhan yang lebih tinggi. Namun halangan terhadap kebutuhan yang lebih tinggi dapat menghasilkan regresi ke tingkat kebutuhan yang lebih rendah.
d. Teori Kebutuhan Mc. Gel land (Mc Clelland Theory) 
Mc. Clelland mengajukan teori motivasi yang berkaitan erat dengan konsep belajar, la berpendapat ada tiga kebutuhan yang dapat dipelajari, yaitukebutuhan berprestasi (need for achievement), kebutuhan berkuasa (need for power) dan kebutuhan berafiliasi (need foraffiliation). Mc Clelland mengatakan bahwa jika kebutuhan seseorang sangat kuat, maka motivasinya akan kuat untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Sebagai misal, seseorang yang mempunyai kebutuhan berprestasi, maka akan terdorong untuk menetapkan tujuan yang penuh tantangan, dan ia akan bekerja keras untuk mencapai tujuan tersebut serta menggunakan keahliannya untuk mencapainya.
e. Teori Motivasi-Higiene (Hygiene-Motivation Theory) 
Frederick Herzberg mengemukakan dua faktor tentang motivasi. Faktor itu adalah faktor yang membuat orang merasa tidak puas dan faktor yangmembuat orang puas. Faktor yang me tidak puas lebih disebabkan faktor higiene (ekstrinsik), yaitu kondisi di luar induvidu, seperti upah, jaminan kerja, status, pergaulan, hubungan atasan/bawahan, dan lain-lain. Sedang faktor yang membuat orang puas adalah faktor motivator (intrinsik), yaitu yang berasal dari dalam induvidu itu sendiri, seperti tantangan,rasa berprestasi,minat, rasa tanggung jawab,dan aktualisasi diri. Model Herzberg pada dasarnya mengasumsikan bahwa kepuasan bukanlah konsep berdimensi satu. Diperlukan dua variabel untuk menafsirkan kepuasan kerja secara tepat . Artinya, untuk mencapai motivasi optimum dibutuhkan dua kondisi intrinsik dan ekstrinsik yang sama-sama memuaskan.
2. Teori Proses (Process Theory)
Teori ini menguraikan dan menganalisa bagaimana perilaku digerakkan, didukung dan dihentikan. Yang termasuk teori ini diantaranya :
a. Teori Harapan (Expectancy Theory) 
Dalam teorinya, Victor Vroom menyatakan bahwa orang memilih cara bertingkah laku tertentu berdasarkan harapan akan apa yang akan diperoleh dari setiap tindakannya. Semakin kuat harapannya,semakin tinggi motivasi untuk bertindak. Sebaliknya, semakin kecil harapannya, semakin menurun motivasi untuk melakukan tindakan tertentu.
b. Teori Penentuan Tujuan (Goal Setting Theory)
Teori ini memusatkan pada proses penentuan sasaran diri mereka sendiri. Menurut Edwin Locke, penggagasnya, manusia cenderung untuk menentukan sasaran dan berjuang keras untuk mencapainya. Namun hal ini hanya akan memotivasi jika sasaran tersebut diterima olehnya, jelas, dan terdapat harapan yang cukup besar untuk dapat dicapai. Penelitian menujukkan, semakin spesifik dan menantang suatu sarasan, maka semakin efektif untuk memotivasi orang atau kelompok.
c. Teori Penguatan (Reinforcement Theory) 
Dikemukaan oleh B.F. Skinner, yang mengatakan bahwa tingkah laku dengan konsekuensi positif (penghargaan) cenderung akan diulang. Sebaliknya, tingkah laku dengan konsekuensi negatif (hukuman) cenderung untuk tidak diulang.
d. Teori Keadilan (Equity Theory) 
Teori yang digagas oleh J. Stacy Adam ini mengasumsikan bahwa seseorang membandingkan usaha mereka dengan orang lainnya dalam situasikerja yang sama. Teori ini mengatakan bahwa orang dimotivasi untuk diperlakukan secara adil. Bila ia merasa diperlakukan tidak adil, maka motivasinya akan menurun. Sebaliknya jika merasa diperlakukan adil, maka motivasinya akan bertambah.
Sekarang ini, penerapan motivasi telah mengalami berbagai modifikasi. Para ahli yang bergelut dalam bidang praktisi motivasi telah membuat berbagai kiat agar teori motivasi menjadi mudah digunakan. Namun dasarnya tetap sama, yakni berdasarkan berbagai teori yang telah dikemukaan di atas.
Teori amat berguna untuk diketahui dalam rangka menerapkan suatu aplikasi tertentu di lapangan. Namun teori bukanlah segalanya, la masih dapat diperdebatkan, dipertentangkan dan diabaikan, la tidak bernilai mutlak. Karena itu, penerapannya perlu disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar